Pepaya

PEPAYA – (Cacarica papaya, L)

1. SEJARAH SINGKAT

Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.

2. JENIS TANAMAN

1) Pepaya Jantan

Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala, benang sari tersusun dengan sempurna.

2) Pepaya Betina

Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. Bunga yang besar akan menjadi buah. Memiliki bakal buah yang sempurna, tetapi tidak mempunyai benang sari, biasanya terus berbunga sepanjang tahun.

3) Pepaya Sempurna

Memiliki bunga yang sempurna susunannya, bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna, yaitu:

  1. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat.
  2. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong.
  3. Berbenang sari 2 – 10 dan bakal buah mengkerut.

Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan:

  1. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.
  2. Yang berbuah musiman.

Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia, yaitu:

  1. Pepaya semangka, memiliki daging buah berwarna merah semangka, rasanya manis.
  2. Pepaya burung, warna daging buah kuning, harum baunya dan rasanya manis-asam.

3. MANFAAT TANAMAN

  1. Buah masak yang populer sebagai “buah meja”, selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya, dodol pepaya. Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa, warna dan kadar vitamin.
  2. Dalam industri makanan, akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing.
  3. Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria, kejang perut dan sakit panas. Bahkan daun mudanya enak dilalap dan untuk menambah nafsu makan, serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun ransum ayam.
  4. Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman (penjernih), industri farmasi dan textil.
  5. Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap. Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringanu.

4. SENTRA PENANAMAN

Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi), Jawa Timur (kabupaten Malang), Pasar Induk Kramat Jati DKI, Yogyakarta (Sleman), Lampung Tengah, Sulawesi Selatan (Toraja), Sulawesi Utara (Manado).

5. SYARAT TUMBUH

5.1. Iklim

  1. Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga. Angin yang tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman.
  2. Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 1000-2000 mm/tahun.
  3. Suhu udara optimum 22-26 derajat C.
  4. Kelembaban udara sekitar 40%.

5.2. Media Tanam

  1. Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur.
  2. Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7.
  3. Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Apabila kekeringan air, nama tamanan akan kurus, daun, bunga dan buah rontok. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah.

5.3. Ketinggian Tempat

Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan

  1. Persyaratan Bibit/Benih : Sebagai bibit dipergunakan biji, meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan. Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu:
    1. Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar, dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari, sebelumnya bunga-bunga betina membuka. Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. Perkawinan di lakukan hingga 3 kali
    2. Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari. Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh. Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.
  2. Penyiapan Benih : Kebutuhan benih perhektar 60 gram (…. 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram ( Benlate T) 0,5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. Biji-biji yang sudah dikeringkan, jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. Caranya biji-biji, yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit.
  3. Teknik Penyemaian Benih : Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun.
  4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam.
  5. Pemindahan Bibit : Bibit-bibit yang sudah dewasa, siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

6.2. Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan

Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.

2) Pembentukan Bedengan

Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm, tinggi 20-30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.

3) Pengapuran

Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

4) Pemupukan

Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang.

6.3. Teknik Penanaman

1) Pembuatan Lubang Tanam

Untuk biji yang disemai, sebelum bibit ditanamkan bibit, terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara berbaris. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman. Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.

2) Cara Penanaman

Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

  1. Penjarangan dan Penyulaman : Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.
  2. Penyiangan : Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
  3. Pembubunan : Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.
  4. Pemupukan : Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah. Cara pemberian pupuk:
    1. Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl, dicampur dan ditanam melingkar.
    2. Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl.
    3. Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gramTSP, 50 gram KCl.
    4. Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gramTSP, dan 75 gram KCl.
  5. Pengairan dan Penyiraman : Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama

  1. Kutu tanaman (Aphid).
    • Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang. Kutu dewasa, ada yang bersayap dan tidak. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut.
    • Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang.

7.2. Penyakit

Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, roboh semai, busuk buah,leher akar, pangkal batangdan nematoda. Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya.

Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati.

8. PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen

Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.

8.2. Cara Panen

Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).

8.3. Periode Panen

Panen dilakukan setiap 10 hari sekali.

8.4. Prakiraan Produksi

Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah, bahkan sampai 150 buah. Setelah panen pertama, pohon pepaya akan terus menerus berbuah. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar.

9. PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan

Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yang cukup, dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan.

9.2. Penyortiran dan Penggolongan

Pilihlah buah secara selektif, perhatikan bentuk, warna dan ukuran. Tempatkan buah pada kelompoknya masing-masing, misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak, kelompok B buah yang sudah siap dimasak, kelompok C buah yang cacat dan seterusnya. Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan.

9.3. Penyimpanan

Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi).

9.4. Pengemasan dan Pengangkutan

Biasanya buah dikemas dengan keranjang dalam jumlah banyak yang dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yang juga dilapisi dengan kantong semen dan sejenisnya, setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

10.1. Analisis Usaha Budidaya

Analisis budidaya pepaya selama masa tanam 4 tahun dengan luas lahan 1 hektar di daerah Bogor tahun 1999.

  1. Biaya produksi
    1. Sewa lahan 1 ha selama 4 tahun Rp. 8.000.000,-
    2. Bibit 2.000 pohon @ Rp. 300,- Rp. 600.000,-
    3. Pupuk
      • Pupuk kandang 500 karung @ Rp. 1.500,-
        • Tahun ke-1 Rp. 750.000,-
        • Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp. 3.000.000,- Rp. 9.000.000,-
      • NPK 2000 pohon @ Rp. 4.000,-
        • Tahun ke-1 Rp. 240.000,-
        • Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp. 8.000.000,- Rp. 24.000.000,-
      • Tatal Tanduk 2.000 kg @ Rp. 400,-
        • Tahun ke-3 dan ke-4 @ Rp. 800.000,- Rp. 1.600.000,-
      • Pengangkutan tahun ke 1 s/d ke-4 @ Rp. 70.000,- Rp.. 280.000,-
    4. Pestisida
      • Dithene 2 liter/tahun @ Rp. 88.600,- Rp. 708.800,-
    5. Peralatan
      • Cangkul 5 buah @ Rp. 10.000,- Rp. 50.000,-
      • Koret 5 buah @ Rp. 5.000,- Rp. 25.000,-
      • Arit 5 buah @ Rp. 5.000,- Rp. 25.000,-
    6. Pemeliharaan
      • Pemupukan 10 HKP/tahun @ Rp. 7.500,- Rp. 300.000,-
      • Pengendalian HPT 4 HKP/tahun @ Rp. 7.500,- Rp. 120.000,-
      • Penyiangan rumput 30 HKW /tahun @ Rp. 5000,- Rp. 600.000,-
      • Pembubunan 50 HKP/tahun, @ Rp. 7.500,- (th ke-2s/d ke4) Rp. 1.125.000,-
    7. Tenaga kerja
      • Pengolahan lahan 30 HKP @ Rp. 7.500,- Rp. 225.000,-
      • Pembuatan lubang tanam 200 HKP @ Rp. 7.500,- Rp. 1.500.000,-
      • Penanaman 10 HKP @ Rp. 7.500,- Rp. 75.000,-
      • Lain-lain 10 HKP/tahun @ Rp. 7.500,- Rp. 300.000,-
    8. Panen dan pascapanen
      • Panen 75 HKP. @ Rp. 7.500,-
        • Tahun Ke-1 Rp. 45.000,-
        • Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp. 562.500,- Rp. 2.250.000,-
      • Biaya lain @ Rp. 150.000,-/tahun Rp. 600.000,-
      • Total biaya produksi Rp. 52.418.800,-
  2. Pendapatan
    1. Tahun ke-1, 6.000 kg @ Rp. 700,- Rp. 4.200.000,-
    2. Tahun ke-2, 45.000 kg @ Rp. 700,- Rp. 31.500.000,-
    3. Tahun ke-3, 45.000 kg @ Rp. 700,- Rp. 31.500.000,-
    4. Tahun ke-4, 45.000 kg @ Rp. 700,- Rp. 31.500.000,-
    • Total Pendapatan selama 4 tahun Rp. 98.700.000,-
  3. Keuntungan
    1. Keuntungan selama 4 tahun Rp. 46.281.200,-
    2. Keuntungan rata-rata per tahun Rp. 11.570.300,-
  4. Parameter kelayakan usaha 1. B/C ratio = 1,88

10.2. Gambaran Peluang Agribisnis

Selama periode 1989-1991, ekspor pepaya Indonesia masih berfluktuasi. Prospek ekspor pepaya ke pasar dunia sesungguhnya cukup cerah, terutama untuk melayani permintaan Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Swedia, yang mencapai 1000 ton per tahun.

11. STANDAR PRODUKSI

11.1. Ruang Lingkup

Standar ini meliputi diskripsi, klasifikasi dan syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, cara pengemasan.

11.2. Diskripsi

Standar buah pepaya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 01–4230– 1996.

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu

Pepaya malang segar digolongkan dalam 4 ukuran yaitu kelas A, B, C dan D berdasarkan berat tiap buah, yang masing masing digolongkan dalam 3 jenis mutu.

  • Kelas A : Berat per buah 2,5 kg – 3,0 kg
  • Kelas B : Berat per buah 1,8 kg – 2,4 kg
  • Kelas C : Berat per buah 1,5 kg – 1,7 kg Kelas
  • D : Berat per buah < 1,5 kg atau > 3 kg

Kriteria dalam menentukan jenis mutu buah pepaya Malang segar dinilai dari tingkat ketuaan dimana jumlah strip berwarna jingga pada permukaan kulit buah yang berwarna hijau botol saat dipanen, kebenaran kultivar. Keseragaman ukuran berat, tingkat kerusakan, kebusukan dan kadar kotoran serta tingkat kesegaran.

  1. Tingkat ketuaan warna kulit (jumlah strip warna jingga): Mutu I 3 strip, Mutu II 2-3 strip, Mutu III 1 strip.
  2. Kebenaran kulrivar : mutu I benar 97%, mutu II benar 95% , Mutu III benar 90%
  3. Keseragaman ukuran berat: mutu I seragam 97%, mutu II seragam 95%, mutu III seragam 90%.
  4. Keseragaman ukuran bentuk: mutu I seragam 97%, mutu II seragam 95%, mutu III seragam 90%.
  5. Buah cacat dan busuk : mutu I 0%, mutu II 0%, mutu III 0%
  6. Kadar kotor: mutu I 0%, mutu II 0%, mutu III 0%
  7. Serangga hidup/mati: mutu I 0%, mutu II 0%, mutu III 0%.
  8. Tingkat kesegaran: mutu I segar 100%, mutu II segar < 25%, mutu III segar > 25%

11.4. Pengambilan Contoh

Satu partai buah Pepaya Malang Segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan, contoh diambil secara acak.

  1. Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5: contoh yang diambil semua
  2. Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100: contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5
  3. Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300: contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7
  4. Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500: contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9
  5. Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000: contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10

Dari kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 buah pepaya kemudian dicampur. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh sekurang-kurangnya 5 buah untuk diuji. Petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.

11.5. Pengemasan

Untuk pasaran ekspor masing-masing buah Pepaya Malang Segar dibungkus dengan kantong terbuat dari bahan yang empuk untuk mengcegah cacat karena benturan selama transportasi. Buah kemudian dikemas ke dalam kotak karton dengan ujung tangkai menghadap kebawah. Berat bersih masing-masing kemasan 10 kg berisikan ± 4 s/d 6 buah Pepaya Malang segar. Untuk pasaran lokal masing-masing buah pepaya malang segar dibungkus dengan kertas koran mulai dari ujung tangkai dikemas dalam keranjang bambu atau plastik dengan berat masing-masing 30 kg berisikan 12 s/d 20 buah Papaya Malang Segar. Dapat juga digunakan peti kayu.

12. DAFTAR PUSTAKA

  1. AAK. 1975. Bertanam Pohon Buah-Buahan. Yogyakarta : Kanisius.
  2. Suwarno. Pengaruh Cahaya dan Perlakuan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Pepaya. Dalam Buletin Agricultural Vol. XV No. 3
  3. Tohir, Kaslan A. 1978. Bercocok Tanam Pohon Buah-Buahan. Jakarta : Pradnya Paramita.

Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS

 

Pepaya

Sriani Sujiprihati: Pepaya Callina Temuannya Dijual Dengan Nama Pepaya California

JULI 28, 2011

Rasa bangga rakyat negeri ini akan produk atau hasil dalam negeri tampaknya masih kurang, khususnya untuk buah produk lokal.

Di pasaran, terutama di kota-kota besar, dengan mudah kita jumpai buah-buahan impor. Buah itu antara lain apel, jeruk, durian, pisang, bahkan pepaya pun berlabel impor, yaitu california papaya atau havana/hawaii papaya.

“Padahal, tak ada pepaya impor. Semua itu pepaya hasil pemuliaan yang dilakukan Pusat Kajian Tropika IPB,” kata Sriani.

Buah pepaya hasil produk dalam negeri diberi label atau nama daerah negara lain demi untuk mencari keuntungan finansial semata.

Hal itu terjadi pada pohon pepaya callina yang merupakan varitas temuan Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, MS dari Institut Pertanian Bogor (IPB) diubah namanya menjadi pepaya california agar laku terjual di supermarket.

Pepaya callina yang merupakan buah lokal asli Indonesia tersebut, kini banyak ditanam para petani di berbagai daerah karena berbagai keunggulannya dan tingginya permintaan pasar. Tingginya belum sampai satu meter dan usianya baru delapan bulan, tapi pohon pepaya callina  sudah bisa menghasilkan puluhan buah lezat siap panen dan siap dipasarkan.

Pepaya berukuran kecil dengan bobot rata-rata 1,3 kg per buah ini banyak dijual di supermarket-supermarket besar, sebagian di antaranya dilabel dengan nama “pepaya california”.

“Yang menamakan itu pepaya california bukan kami, tapi pedagangnya. Padahal itu adalah pepaya callina hasil pemuliaan yang kami lakukan bertahun-tahun,” kata Dr Sriani, kepala Divisi Pemuliaan Tanaman, Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT) IPB.

“Menurut distributor dan pedagangnya, kalau tidak dilabeli pepaya impor, buah itu tak laku dijual. Saya tidak percaya. Kalau buah itu kualitasnya bagus, pasti banyak pembelinya. Pepaya hasil pemuliaan kami itu manis rasanya,” lanjutnya.

Terus terang saya sedih dan sakit hati dengan pengubahan nama tersebut, tapi kami tidak mungkin mengajukan tuntutan hukum karena nama buah ini tidak dipatenkan,” katanya.

Varitas ini, tambahnya, adalah untuk publik domain, jadi petani pun dapat mengembangkannya sendiri.

“Namun secara etika, seharusnya pengusaha tidak mengganti nama buah tersebut meskipun alasannya agar menarik pembeli,” kata wanita kelahiran Ponorogo, Jatim, 28 Oktober 1955 itu.

Kalangan petani sendiri masih menyebutnya pepaya callina, tapi kemudian oleh pengusaha yang membeli diberi label sebagai pepaya california sehingga seolah-olah itu pepaya asli dari Amerika Serikat.

Demikian juga dengan pepaya carisya temuan Dr Sriani dkk di PKBT IPB, setelah di supermarket namanya berubah menjadi pepaya havana.

Namun terlepas dari soal nama tadi, ada hal yang membuat hati Sriani senang, karena itu menunjukkan bahwa hasil kerja keras dan penelitiannya telah berhasil memberi manfaat kepada para petani, dan membuktikan bahwa sebenarnya buah lokal tidak kalah dengan buah impor yang saat ini membanjiri pasar Indonesia.

“Lebih senang lagi jika mendengar laporan dari petani bahwa mereka berhasil mengembangkan pepaya callina ini di daerahnya, dan mendapat keuntungan yang lumayan,”katanya.

Pepaya callina adalah salah satu satu temuan Sriani yang berhasil dikembangkan petani dan diterima masyarakat. Varitas ini dapat beradaptasi dengan berbagai jenis tanah, termasuk di tanah berpasir di tepi pantai seperti yang dikembangkan di Jawa Timur.

Sriani menceritakan bahwa varitas callina ini awalnya dari pepaya yang ditemukan di kebun milik seorang warga Bogor bernama Pak Okim. Pemiliknya mengaku bahwa bibit pepaya itu berasal dari Amerika Serikat, meskipun belum ditelusuri kebenarannya.

Kemudian Sriani dan timnya melakukan breeding atau pemuliaan atas buah tersebut dan melakukan penelitian serta uji coba selama tujuh tahun sebelum akhirnya melahirkan varitas yang dinamakan callina atau california-Indonesia.

Atas ketekunannya dalam pemuliaan buah lokal itu, Sriani mendapat sejumlah penghargaan dari berbagai kalangan.

Di antaranya penghargaan Rektor IPB, penghargaan Riset Unggulan Strategi Nasional (Rusnas Award 2004) dari Kementerian Riset dan Teknologi, Satyalencana Karyasatya dari Presiden RI tahun 2006, Penghargaan Kepedulian dan Penegakan HaKI dari Presiden RI tahun 2007, Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009, dan tahun 2010 ia mendapat penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Terkait profesinya sebagai dosen, Sriani juga pernah mendapat penghargaan sebagai Dosen Berprestasi IPB tahun 2006 dan juga Dosen Berprestasi Tingkat Nasional pada tahun yang sama.

Biasa di Kebun

Anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Soedjijo dan Sri Rumiati ini sejak masa kecilnya sudah tidak asing lagi dengan kebun buah-buahan. Kakeknya pernah jadi kepala desa di Ponorogo dan punya tanah cukup luas berisi aneka tanaman buah-buahan.

Waktu kecil saya sering bermain di kebun buah, jadi saya sudah terbiasa bekerja di kebun,”kata Sriani yang saat ini juga banyak menghabiskan waktunya di kebun plasma nutfah PKBT IPB di Tajur, Bogor.

Selepas SMA di Ponorogo, Sriani melanjutkan kuliah di Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan karirnya di IPB sebagai dosen dan menyelesaikan kuliah S2. Gelar doktor diraihnya di Universiti Putra Malaysia (UPM) tahun 1997 di bidang pemuliaan tanaman.

Sriani kini tetap dengan kesibukannya sebagai dosen di IPB dan juga sebagai peneliti. Tempat kerjanya pun berpindah-pindah. Selain di kantor PKBT IPB di kampus Baranangsiang, Bogor, ia juga terkadang harus ke kampus IPB Dramaga. Kemudian pada hari-hari tertentu gurubesar IPB itu juga ada di kebun plasma di Tajur, atau kebun-kebun mitra IPB lainnya.

Sriani sendiri masih punya keinginan agar buah lokal Indonesia bisa kembali merajai pasar di negeri sendiri, sehingga kesejahteraan para petani pun meningkat.

“Saya tidak akan berhenti di sini saja, banyak potensi-potensi buah lokal yang bisa dikembangkan. Kami di PKBT dituntut untuk bisa menyediakan varitas-varitas unggul lainnya,”kata ibu empat anak hasil pernikahannya dengan Dr Ir Enisar Sangun itu.

Apalagi dengan serbuan buah impor, Sriani khawatir buah lokal makin terpinggirkan. Misalnya saja buah jeruk yang saat ini banyak didatangkan dari China.

“Padahal kita punya jeruk medan, jeruk pontianak, jeruk so`e, atau juga jeruk pulung dari Jawa Timur, itu semua menurut saya lebih enak dan lebih segar dari pada jeruk impor,”katanya.

Menurut dia, perlu ada kebijakan politik dari Pemerintah untuk menahan serbuan buah impor ke Indonesia ini, agar petani buah Indonesia dapat kembali bergairah. Ia juga mendukung gerakan “Gemari Buah Lokal” yang dicanangkan para alumni IPB baru-baru ini.

“Mudah-mudahan makin tumbuh juga kecintaan masyarakat Indonesia terhadap buah lokal, sehingga mereka tetap memilih buah lokal meskipun harganya lebih mahal dari buah impor,”katanya.

“Kebergantungan pada produk impor diharapkan dapat dihilangkan, atau setidaknya dikurangi, sehingga ketahanan dan kedaulatan pangan kita dapat diwujudkan,” kata Sriani.

Sumber: Kompas.com, AntaraNews.com

Menanam Pepaya dalam Pot,

Bermula saat berkunjung ke salah seorang teman beberapa tahun lalu, diajaklah saya ke sepetak pekarangan yang berjajar beberapa tanaman Pepaya didalamnya.  Si teman bilang “Ini jenis California, rasanya oke lho !..”
Satu buah mengkal pun akhirnya dibawakan si teman sebagai buah tangan untuk saya, dan tak lupa beberapa bibit dari polybag ikut menyertai pula untuk di bawa ke Malang.
Benar ternyata kata si teman tadi, setelah beberapa hari buah diperam dan dirasa matang, saat dinikmati rame-rame semua sepakat jika pepaya jenis ini termasuk salah satu yang bercita rasa oke….
Sayang sekali, bibit di polybag kecil yang saya tanam di kebun belakang tidak sehat, dan sepertinya terkena serangan penyakit dan akhirnya tewas.
masak pohon
Penasaran akan benih Pepaya Calina ini, akhirnya saat ada tawaran dari seorang rekan yang menjual benih yang bergaransi langsung saja saya beli.  Kala itu 1 pack benih

berisi 200 butir dan dikemas dengan rapi dalam Alumunium Foil yang kedap udara.

Tanpa pikir panjang, sesampai di rumah beberapa butir benih pun di semai dalam media polybag kecil, dengan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang serta sekam dengan perbandingan berimbang.
Menginjak bibit seukuran 30 cm tingginya, beberapa di pindah ke tanah.  Sayang karena saat itu musim hujan dan penanaman bibit banyak tergenang oleh air, tak satupun tanaman yang tumbuh bagus, bahkan banyak yang mati.
Panen perdana tabulampot Pepaya
dari polybag di pindah ke pot 40 cm
hanya ditambahkan sekam arang
Penempatan bibit dari polybag hanya ditambahkan sekam arang.  Dengan penampang daun yang lebar, tentu saja penguapan yang terjadi sangat tinggi.  Sifat sekam arang yang porous dan mudah kering, untuk ini penyiraman harus dilakukan 2-3 kali dalam sehari, sesuai cuaca.  Karena masih menggunakan pot diameter 40 cm dan masih ringan, pemindahan tempat pun sering dilakukan mengingat cuaca yang ekstrim panas dan kadang telat (baca : lupa) untuk menyiram.  Kadang ditempatkan di tempat teduh, namun lebih banyak ditempatkan di tempat full sun.  Namun jika dapat dipastikan kita menyiram nya tiap hari sesuai kebutuhan, makan sebaiknya di letakkan di daerah yang mendapat sinar matahari cukup.
mudah dipindah-pindah tempat (pot 40 cm) 

mulai muncul bunga (pot 40 cm)
buah mulai muncul, pot diganti yg lebih besar
(pot 50 cm atau lebih)
Apakah tanaman yang sudah berbuah pentil tidak akan roboh atau terguling mengingat medianya hanya sekam terlebih ditanam di pot ??  Kalaupun tidak roboh pasti akarnya tembus ke tanah…
Pertanyaan dan pernyataan ini sering saya dengar. Namun pengalaman dirumah tanaman tidak roboh, dan tidak tembus ke tanah.  Kok ?!.. Iya… dengan media yang 90 % lebih berupa sekam arang, perakaran pepaya akan tumbuh subur dan mengikat sekam arang, sehingga memenuhi ruangan di pot.  Itu penyebab dia tidak roboh jika misalkan terkena hembusan angin misalnya.
media cepat kering, so jangan telat siram
untuk memudahkan, larutan siram disandingkan
Beberapa rekan yang berkunjung ke rumah dan melihat tanaman ini sebagian besar bertanya : Apa pupuk yang digunakan ??
Seperti disinggung diatas, pemupukan mengadopsi salah satu sistem hidro ponik, yaitu menyiram sekaligus memupuk secara rutin.
  • Saat tanaman masih bibit dalam polybag, bisa disiram sehari sekali dengan pemupukan NPK tinggi N seminggu sekali.
  • Saat tanaman sudah dipindahkan ke pot, diberikan pupuk NPK berimbang plus unsur Mikro (TE) lengkap, dengan konsentrasi EC 1,5 frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, sekali siram 0,5 – 1,5 liter larutan siram.
  • Saat tanaman mulai berbunga hingga berbuah, diberikan pupuk NPK dengan kandungan K lebih dominan, plus unsur Mikro lengkap dengan meningkatkan EC menjadi 2-3.  Sebab saat ini tanaman perlu pasokan nutrisi yang lebih.  Frekuensi penyiraman sama dengan masa sebelumnya atau menyesuaikan keadaan tanaman dan cuaca.
penyiraman bisa di modif sesuai keinginan
Sekilas terlihat dan terkesan ribet saat aplikasi pemupukan diatas, namun bagi Anda yang berminat menanam Tabulampot Kates ini, bisa digunakan juga media campuran tanah, pupuk kandang dan sekam arang.  Media tidak cepat kering seperti yang saya lakukan dengan hanya mengandalkan sekam arang.  Pemupukannya pun bisa Anda berikan Seminggu sekali, bisa di kocor atau di pendam di perakaran.
So…bukan alasan tidak punya lahan tidak bisa menaman Pepaya.
Kalau saya bisa melakukannya,  100 % saya yakin Anda lebih bisa.
Semoga bermanfaat….

Jual Buah Pepaya California Grade A Rp.6.500/Kg dan Grade B Rp.5.500/Kg sampai gudang Anda untuk Daerah Jabodetabek Bisa Nego tipis.
Kondisi Buah Baru petik dari Kebon Lokasi Seller Bogor. Pesenan minimal 1 Ton.
Serius Bisa Telp: 021- 9894 4001
jualpepayacalifornia.blogspot.com

pepaya 3 Jual Pepaya California

PROFIL PENGIRIM:

user Jual Pepaya California Wahyu Raharjo

house Jual Pepaya California Bogor
phone Jual Pepaya California 02198944001
email Jual Pepaya California w_raharjo@yahoo.com

Jual Buah Pepaya California Grade A Rp.6.500/Kg dan Grade B Rp.5.500/Kg sampai gudang Anda untuk Daerah Jabodetabek Bisa Nego tipis.
Kondisi Buah Baru petik dari Kebon Lokasi Seller Bogor. Pesenan minimal 1 Ton.
Serius Bisa Telp: 021- 9894 4001

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: