Jeruk

Budi Daya Tanaman Jeruk

Wikipedia.

Klasifikasi ilmiah :

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Upakelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Upafamili: Aurantioideae
Bangsa: Citreae
Genus: Citrus L.

Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohonbuah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi terkandung pada semua anggotanya. dari dengan

Sebutan “jeruk” kadang-kadang juga disematkan pada beberapa anggota marga lain yang masih berkerabat dalam suku yang sama, seperti kingkit. Dalam bahasa sehari-hari, penyebutan “jeruk” atau “limau” di Sumatra dan Malaysia seringkali berarti “jeruk keprok” atau “jeruk manis”. Di Jawa, “limau” atau “limo” berarti “jeruk nipis”.

Jeruk sangatlah beragam dan beberapa spesies dapat saling bersilangan dan menghasilkan hibrida antarspesies (‘interspecific hybrid) yang memiliki karakter yang khas, yang berbeda dari spesies tetuanya. Keanekaragaman ini seringkali menyulitkan klasifikasi, penamaan dan pengenalan terhadap anggota-anggotanya, karena orang baru dapat melihat perbedaan setelah bunga atau buahnya muncul. Akibatnya tidak diketahui dengan jelas berapa banyak jenisnya. Penelitian-penelitian terakhir menunjukkan adalah keterkaitan kuat Citrus dengan genus Fortunella (kumkuat), Poncirus, serta Microcitrus dan Eremocitrus, sehingga ada kemungkinan dilakukan penggabungan. Citrus sendiri memiliki dua anakmarga (subgenus), yaitu Citrus dan Papeda.

Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke barat ke arah India bagian timur. Jeruk manis dan sitrunAsia Timur, sedangkan jeruk bali, jeruk nipis dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara. (lemon) berasal dari

Banyak anggota jeruk yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan, wewangian, maupun industri. Buah jeruk adalah sumber vitamin C dan wewangian / parfum penting. Daunnya juga digunakan sebagai rempah-rempah.

Pohon kecil, perdu atau semak besar, ketinggian 2-15 m, dengan batang atau ranting berduri panjang tetapi tidak rapat. Daun hijau abadi dengan tepi rata, tunggal, permukaan biasanya licin dan agak berminyak. Bunga tunggal atau dalam kelompok, lima mahkota bunga (kadang-kadang empat) berwarna putih atau kuning pucat, Stamen banyak, seringkali sangat harum. Buah hesperidium), semacam buah buni, membulat atau seperti tabung, ukuran bervariasi dengan diameter 2-30 cm tergantung jenisnya; kulit buah biasanya berdaging dengan minyak atsiri yang banyak. bertipe “buah jeruk”

Buah dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai penyedap atau komponen kue / puding. Aroma yang khas berasal dari sejumlah flavonoid dan beberapa terpenoid. Daging buah mengandung banyak asam sitrat atau asam jeruk yang memberikan rasa masam yang tajam tetapi segar.

Spesies dan Hibrida :

Citrus Aurantifolia – Jeruk Nipis

Citrus Maxima – Jeruk Pamelo

Citrus Medica – Jeruk Sukade

Citrus Reticulata – Jeruk Keprok

Citrus Aurantium – Bitter Orange

Citrus Hystrix – Jeruk Purut

Citrus Latifolia – Persian Lime

Citrus Limon – Jeruk Lemon

Citrus Limonia – Rangpur

Citrus Paradisi – Grape Fruit

Citrus Sinensis – Jeruk Manis

Syarat tumbuh.

Jeruk mempunyai syarat tumbuh seperti :

  1. Perlu 6-9 bulan basah (musim hujan)
  2. Curah hujan 1000-2000 mm/thn dan merata
  3. Pada bulan Juli-Agustus memerlukan air yang cukup
  4. Suhu  25oC – 30oC
  5. Kelembaban (RH) 70% – 80%
  6. Kecepatan angin max 40%
  7. Ketinggian optimum 1-1200 meter d.p.l
  8. Jenis tanah Latosol dan Andosol
  9. pH 5,5 – 6,5
  10. Air tanah 100-200 cm di bawah permukaan tanah, kemarau 150 cm dan hujan 50 cm
  11. Kadar garam air max 10%

Pembibitan.

Vegetatif :

  • Metode dengan cara penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel.
  • Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (understam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda.
  • Varietas batang bawah yang biasa digunakan adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange.
  • Dilakukan penyambungan tunas pucuk atau penempelan mata tempel

Generatif :

  • Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang
  • Tanah persemaian diolah sedalam 30-40 cm dan dibuat petakan berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan
  • Jarak petakan 0,5-1m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2
  • Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm
  • Persemaian diberi atap
  • Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan
  • Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1)

Media tanam.

Jarak tanam :

  1. Keprok dan Siem        : jarak tanam 5 x 5 m
  2. Manis                              : jarak tanam 7 x 7 m
  3. Sitrun (Citroen)          : jarak tanam 6 x 7 m
  4. Nipis                                : jarak tanam 4 x 4 m
  5. Grape fruit                     : jarak tanam 8 x 8 m
  6. Besar                                : jarak tanam 10 x 10 m atau 12 x 12 m

Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum penanaman. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 1-2 kg pupuk kandang.

Penanaman.

Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan.

Sebelum ditanam, perlu dilakukan :

  • Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan
  • Pengurangan akar
  • Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.

Setelah bibit ditanam, diberikan mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitar bibit. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan / sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput / tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

Pemeliharaan.

Bagi tanaman yang tidak tumbuh, dilakukan penyulaman. Pada saat pemupukan, sekitar tanaman harus dibersihkan dari gulma. Diperhatikan tanah disekitar tanaman, jika ada yang tererosi karena kemiringan lahan, segera tambahkan tanah. Perlu dilakukan pemangkasan terhadap cabang tanaman yang sakit, kering atau tidak produktif. Bekas luka pemangkasan ditutup dengan lilin atau fungisida guna mencegah penyakit masuk melalui bekas tersebut.

Tanaman disiram minimal sekali setiap minggu pada musim kemarau. Dan apabila ketersediaan air terbatas, tanah digemburkan dan ditutup dengan mulsa.Pada saat pohon berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan buah guna menghasilkan buah berbobot dan berkualitas. Dalam satu tangkai sisakan 2-3 buah saja. Dan buah yang sakit maupun tertutupi daun, diambil atau dibuang.

Dosis pupuk.

Umur
(tahun)
Dosis Pupuk Makro (gr/pohon)
Urea TSP KCl
1 80 170 170
2 160 325 250
3 250 500 325
4 325 170 425
5 400 210 500
6 500 250 600
7 600 300 700
8 700 325 780
9 780 390 850
10 850 425 900

Hama.

  • Kutu loncat (Diaphorina citri).

Menyerang bagian tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda.

Akibat yang ditimbulkan adalah tunas keriting, tanaman mati.

Pengendalian dengan membuang bagian yang terserang.

  • Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii).

Menyerang bagian tunas muda dan bunga.

Akibat yang ditimbulkan adalah daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa.

  • Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella).

Menyerang bagian daun muda.

Akibat yang ditimbulkan adalah alur melingkar transparan atau keperakan, tunas /daun muda mengkerut, menggulung, rontok.

Pengendalian dengan memetik daun dan dibenamkan dalam tanah.

  • Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp).

Menyerang bagian tangkai, daun dan buah.

Akibat yang ditimbulkan adalah bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.

  • Penggerek buah (Citripestis sagittiferella).

Menyerang bagian buah.

Akibat yang ditimbulkan adalah lubang gerekan buah keluar getah.

Pengendalian dengan memetik buah yang terinfeksi.

  • Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii).

Menyerang bagian tunas, daun muda dan pentil.

Akibat yang ditimbulkan adalah bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis.

  • Thrips (Scirtotfrips citri).

Menyerang bagian tangkai dan daun muda.

Akibat yang ditimbulkan adalah helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis.

Pengendalian dengan menjaga tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami.

  • Kutu dompolon (Planococcus citri).

Menyerang bagian tangkai buah.

Akibat yang ditimbulkan adalah berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian dengan mencegah datangnya semut sebagai pembawa kutu.

  • Lalat buah (Dacus sp).

Menyerang bagian buah yang hampir masak.

Akibat yang ditimbulkan adalah lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah.

Pengendalian dengan memasang perangkap lalat buah.

Penyakit.

  • CVPD

Penyebab : Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri.

Bagian yang diserang : silinder pusat (phloem) batang.

Gejala : daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye.

Pengendalian : gunakan bibit tanaman bebas CVPD.

Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD.

  • Blendok

Penyebab : jamur Diplodia natalensis.

Bagian diserang : batang atau cabang.

Gejala : kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas.

Pengendalian : pemotongan cabang terinfeksi.

  • Embun tepung

Penyebab : jamur Oidium tingitanium.

Bagian diserang : daun dan tangkai muda.

Gejala : tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda.

  • Kudis

Penyebab : jamur Sphaceloma fawcetti.

Bagian diserang : daun, tangkai atau buah.

Gejala : bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian : pemangkasan teratur.

  • Busuk buah

Penyebab:  Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae.

Bagian diserang : buah.

Gejala : terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit.

Pengendalian : hindari kerusakan mekanis.

  • Busuk akar dan pangkal batang

Penyebab : jamur Phyrophthora nicotianae.

Bagian diserang : akar, pangkal batang serta daun di bagian ujung.

Gejala : tunas tidak segar, tanaman kering.

Pengendalian : pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah.

  • Buah gugur prematur

Penyebab : jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp.

Bagian yang diserang:  buah dan bunga.

Gejala : dua-empat minggu sebelum panen buah gugur.

  • Jamur upas

Penyebab : Upasia salmonicolor.

Bagian diserang : batang.

Gejala : retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas.

Pengendalian : kulit yang terinfeksi dikelupas dan diolesi fungisida yang mengandung tembaga atau belerang, kemudian potong cabang yang terinfeksi.

Panen.

Buah jeruk dipanen saat masak optimal berumur + 28-36 minggu, tergantung jenis/varietasnya. Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: